DaerahPeristiwa

Lebong Terendam, Gubernur Helmi Hasan Instruksikan Penanganan Darurat: “Semua Bergerak, Jangan Ada yang Menunggu”

Bengkulusatu.com, Bengkulu – Merespons kabar banjir besar yang menerjang Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4) sore, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan langsung mengambil langkah cepat. Meski sedang berada di luar kota, orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini tak mau kehilangan waktu. Ia langsung “mengegas” jajarannya di tingkat provinsi untuk segera turun ke titik bencana.

Instruksi tegas ini dialamatkan kepada tiga instansi kunci: BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas Provinsi Bengkulu. Ketiganya diperintah segera mengirimkan personel dan bantuan logistik guna memastikan warga terdampak tidak telantar.

Helmi menegaskan, prioritas utama saat ini adalah urusan perut dan keselamatan nyawa. Ia meminta dapur umum segera berdiri untuk menjamin pasokan makanan dan air bersih bagi warga yang rumahnya terendam.

“BPBD sudah bergerak bersama Dinsos. Saya pastikan dapur umum harus segera beroperasi. Selanjutnya, Baznas saya minta menyisir kebutuhan lain yang mendesak di lapangan,” ujar Helmi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (5/4/2026) malam.

Tak hanya mengandalkan OPD internal, Helmi juga menjalin koordinasi cepat dengan pihak Basarnas. Kabar terakhir, tim Basarnas sudah bertolak menuju Lebong sejak Minggu malam dengan membawa peralatan lengkap, termasuk perahu karet untuk keperluan evakuasi warga yang terjebak banjir.

“Alhamdulillah, Basarnas merespons cepat. Mereka sudah bergerak ke Lebong dengan personel dan peralatan evakuasi. Perahu karet sudah diterjunkan ke titik-titik yang membutuhkan,” tambahnya.

Langkah cepat ini diambil bukan tanpa alasan. Helmi mengakui bahwa beban penanggulangan bencana saat ini cukup berat karena banjir tidak hanya menyerang Lebong. Beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Kepahiang dan Seluma juga dilaporkan tengah berjuang menghadapi terjangan air.

Meski tidak berada di lokasi secara fisik karena sedang menjalankan tugas di luar kota, Helmi mengklaim terus memantau perkembangan situasi melalui laporan berkala dari lapangan. Baginya, birokrasi tidak boleh menjadi penghambat di saat kondisi darurat.

“Segala upaya kita berdayakan. Saya instruksikan semua bergerak, tidak ada yang menunggu-nunggu,” pungkasnya dengan nada tegas.

Penyaluran bantuan dan proses evakuasi diharapkan bisa meminimalisir dampak kerugian, terutama mencegah adanya korban jiwa dalam musibah banjir tahun ini. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button