Daerah

16 Wilayah di Lebong Terendam Banjir, Jalur Utama Putus, Alat Berat Mulai Dikerahkan

Bengkulusatu.com, Lebong – Kabupaten Lebong benar-benar sedang diuji. Belum tuntas urusan banjir yang merendam pemukiman warga sejak pagi tadi, kini kabar buruk susulan datang dari akses transportasi. Jalan utama di Desa Tik Sirong dilaporkan putus total, sementara timbunan longsor raksasa menutup jalur di kawasan Rimbo Pengadang.

Situasi ini membuat Lebong seolah terisolasi di beberapa titik. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Kamis (7/5/2026) sore, setidaknya ada 16 wilayah yang kini dalam kondisi kritis akibat banjir, genangan, dan longsor.

Plt Kepala Dinas PUPRHUB Lebong, Reko Haryanto, tampak tidak bisa santai hari ini. Ia harus memimpin langsung mobilisasi alat berat ke titik-titik paling parah. Salah satu fokus utamanya adalah membuka akses di Rimbo Pengadang, tepatnya di kawasan kebun durian Monte Carlo yang tertutup tanah.

“Kami sedang komandoi mobilisasi alat berat PUPR—kebetulan ini alat yang baru saja kita beli—untuk menangani longsor di Rimbo Pengadang itu. Begitu selesai di sana, alat langsung kita geser ke Tik Sirong untuk menangani jalan yang putus,” ujar Reko, Kamis.

Reko juga mewanti-wanti pengguna jalan agar jangan nekat. Dengan kondisi cuaca yang masih sulit ditebak, melintasi daerah perbukitan saat ini sama saja dengan bertaruh nyawa. “Alat sudah bergerak, tapi cuaca masih sangat berisiko. Kami minta doa dan kerja samanya dari masyarakat,” tambahnya.

Kepala BPBD Lebong, Saprul, SE, merilis data yang cukup mengkhawatirkan. Di Kecamatan Amen :Desa Talang Bunut (Ketinggian air 30-40 cm), Desa Garut (Ketinggian air 30-40 cm), Kecamatan Uram Jaya: Desa Pangkalan (Ketinggian air 50 cm – 1 meter), Desa Tangua (Ketinggian air 50 cm – 1 meter), Desa Lemeu (Ketinggian air 50 cm – 1 meter), Kecamatan Lebong Sakti: Desa Ujung Tanjung I (Ketinggian air 5 cm), Desa Ujung Tanjung II (Ketinggian air 40 cm), Desa Ujung Tanjung III (Ketinggian air 1 meter)

Kemudian, Kecamatan Bingin Kuning: Desa Talang Leak II (Air mulai menyusut), Kecamatan Lebong Selatan: Desa Kota Donok (Air mulai menyusut), Kecamatan Rimbo Pengadang: Desa Bioa Sengok (Air sampai ke rumah warga), Desa Tik Kuto (Air menggenangi jalan akses Curup-Lebong), Desa Talang Ratu (Tanah longsor menutupi akses jalan Curup-Lebong), Kelurahan Rimbo Pengadang (Tanah longsor menutupi sebagian akses jalan Curup-Lebong), Kecamatan Topos: Desa Talang Donok (Menggenangi persawahan warga), Desa Ajai Siang (Akses jalan desa putus total).

“Informasi sementara ini dulu yang bisa kami sampaikan. Anggota masih di lapangan terus memantau perkembangan, terutama di titik-titik genangan yang airnya belum juga surut,” ungkap Saprul.

Hingga saat ini, prioritas utama pemerintah daerah adalah evakuasi warga dan pembersihan akses jalan agar bantuan logistik bisa masuk. Belum ada angka pasti soal kerugian materiil, namun melihat luasnya area persawahan di Topos yang terendam dan banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, diprediksi nilainya bakal sangat besar.

Bagi warga Lebong, kewaspadaan adalah harga mati malam ini. Masyarakat diimbau untuk segera mengungsi jika debit air sungai kembali naik dan menjauhi area tebing yang terlihat labil. Situasi masih darurat, dan koordinasi antarinstansi terus dipacu untuk memastikan tidak ada korban jiwa di tengah kepungan bencana ini. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button