
Bengkulusatu.com, Rejang Lebong – Niat hati ingin mengecek kebun di pagi buta, Damhuri (62) justru harus bertaruh nyawa. Minggu pagi (31/5/2026), sekitar pukul 06.00 WIB, warga Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya ini mendapati “tamu tak diundang” sedang asyik berpesta di dahan nangkanya: seekor beruang madu.
Pertemuan itu tak berujung damai. Satwa yang dilindungi itu rupanya merasa terusik. Tanpa aba-aba, hewan liar itu langsung melompat dan menerkam ke arah Damhuri.
Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronald Pasaribu, saat kami hubungi, membenarkan kejadian mencekam tersebut. Menurutnya, korban saat itu tak sempat lagi menghindar. Dalam jarak yang sangat dekat, duel pun tak terelakkan.
“Korban mencoba melawan sebisanya saat diterkam. Beruntung, setelah sempat mencakar paha kiri korban, beruang itu memilih kabur ke arah hutan,” ujar Ronald.
Meski berhasil selamat dari maut, luka yang diderita pria paruh baya ini cukup serius. Cakaran beruang meninggalkan luka terbuka yang dalam di bagian paha. Tak butuh waktu lama, warga langsung melarikan Damhuri ke Rumah Sakit Assalam Curup untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Langkah Setelah Insiden Pihak Kepolisian Sektor Bermani Ulu bergerak cepat. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas bersama perangkat desa langsung menyisir lokasi kejadian (TKP). Namun, beruang tersebut sudah menghilang di balik rimbunnya hutan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Rejang Lebong. Ini penting agar ada langkah teknis untuk pengusiran atau evakuasi satwa tersebut,” tambah Ronald.
Saat ini, suasana di Desa Pal 100 masih diselimuti kecemasan. Polisi bersama warga kini rutin melakukan patroli di perbatasan pemukiman untuk memastikan beruang madu itu tidak kembali masuk ke area warga. [trf]




