DaerahHukum & Politik

Hati-hati! Penipu Catut Nama TERAPI LEBONG, Sudah Ada Korban Kehilangan Rp1,1 Juta

Bengkulusatu.com, Lebong – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Terapi Lebong. Modus ini bukan sekadar isu atau peringatan biasa. Faktanya, sudah ada warga yang menjadi korban dan mengalami kerugian hingga Rp1,1 juta setelah mentransfer uang kepada oknum yang mengaku sebagai admin resmi Terapi Lebong.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah pasien yang datang berobat mengaku pernah dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan Terapi Lebong melalui WhatsApp. Pelaku menawarkan kemudahan pendaftaran, nomor antrean, hingga meminta pembayaran biaya pengobatan sebelum pasien datang ke lokasi.

Owner Terapi Lebong, Rahmad Firdaus, menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut adalah kebohongan dan bagian dari modus penipuan.

Menurut Rahmad, Terapi Lebong tidak pernah meminta pasien melakukan transfer uang sebelum datang berobat. Seluruh proses pelayanan dilakukan secara langsung di lokasi terapi, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga pembayaran.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Lebong, Provinsi Bengkulu maupun luar daerah agar tidak mempercayai pihak mana pun yang mengatasnamakan Terapi Lebong dan meminta transfer uang. Itu jelas penipuan,” tegas Rahmad.

Akun Fake yang mengatasnamakan Facebook Terapi Lebong

Ia menjelaskan, setiap pasien yang datang akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan konsultasi terkait riwayat penyakit yang diderita. Karena itu, tidak mungkin ada penetapan biaya pengobatan ataupun biaya administrasi sebelum pasien diperiksa secara langsung.

Rahmad juga memastikan bahwa Terapi Lebong tidak pernah menunjuk perwakilan di luar lokasi terapi. Selain itu, pihaknya tidak melayani pemesanan antrean, pengiriman obat, maupun transaksi pembayaran melalui WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya.

“Di sini tidak ada biaya admin yang ditransfer lebih dulu. Semua dilakukan langsung di meja admin setelah pasien datang. Bahkan ada pasien yang tidak dikenakan biaya administrasi karena tidak memerlukan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pengelola, pelaku menggunakan nomor WhatsApp 0813-7169-393 dan 0823-7301-6505 untuk menghubungi calon korban. Dengan memanfaatkan nama Terapi Lebong yang sudah dikenal luas masyarakat, pelaku diduga berhasil meyakinkan korban untuk mengirimkan sejumlah uang.

Rahmad mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Selain merugikan pasien, aksi itu juga mencoreng nama baik Terapi Lebong yang selama ini dibangun melalui pelayanan kepada masyarakat.

Ia bahkan berencana melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap akun maupun nomor yang diduga digunakan pelaku.

“Insya Allah akan kami telusuri. Karena ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan yang selama ini diberikan kepada Terapi Lebong,” ujarnya.

Screenshoot Chat penipu kepada keluarga pasien yang mengatasnamakan Terapi Lebong

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta hanya menggunakan kontak resmi Terapi Lebong di nomor 0851-4258-2614. Selain nomor tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun.

Terapi Lebong sendiri beroperasi setiap Sabtu hingga Kamis pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB dan berlokasi di Desa Karang Anyar, sebelum Simpang Semelako, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaku penipuan kini semakin lihai memanfaatkan nama lembaga, usaha, maupun layanan yang telah dipercaya masyarakat. Karena itu, sebelum mentransfer uang atau memberikan data pribadi, pastikan terlebih dahulu bahwa pihak yang menghubungi benar-benar resmi.

Sebab dalam kasus ini, satu kali lengah sudah cukup membuat korban kehilangan lebih dari satu juta rupiah. Yang lebih berbahaya, kepercayaan masyarakat pun ikut menjadi korban. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button