Lebong Kembali Dapat Jatah 150 Unit MCK dari Pusat, Tiga Desa Jadi Prioritas Program Sanitasi 2026
Bengkulusatu.com, Lebong – Kabupaten Lebong kembali mendapat kucuran program pembangunan sanitasi dari pemerintah pusat. Melalui Balai Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebanyak 150 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) akan dibangun pada tahun 2026 untuk masyarakat di tiga desa.
Program tersebut menjadi angin segar bagi warga pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses sanitasi layak. Selain mendukung pola hidup bersih dan sehat, pembangunan fasilitas MCK juga diharapkan mampu menekan risiko penyakit yang dipicu lingkungan tidak sehat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang didanai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Realisasi program ini tidak lepas dari dukungan Anggota DPR RI Komisi V, Erna Sari Dewi, yang turut memperjuangkan usulan dari Pemerintah Kabupaten Lebong hingga mendapat respons positif dari Balai Cipta Karya.
Tiga desa telah ditetapkan sebagai lokasi penerima manfaat. Masing-masing Desa Sukasari di Kecamatan Lebong Selatan, Desa Karang Dapo Bawah, dan Desa Pungguk Pedaro di Kecamatan Bingin Kuning akan mendapatkan alokasi sebanyak 50 unit MCK.
Dengan demikian, total terdapat 150 penerima manfaat yang akan menikmati fasilitas sanitasi baru tersebut.
“Balai Cipta Karya diperkirakan akan membangun 150 MCK tahun ini. Mereka sudah melakukan survei lapangan,” ujar Ivan, salah satu perwakilan pemerintah setempat.
Menurut Ivan, saat ini pihaknya masih menunggu tahapan lanjutan dari Balai Cipta Karya terkait pelaksanaan teknis di lapangan. Namun berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan, program tersebut dipastikan masuk dalam agenda pembangunan sanitasi tahun 2026.
Ia menjelaskan, program Sanimas memang dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Karena itu, sasaran utamanya adalah warga yang selama ini belum memiliki sarana MCK yang memadai.
“Kegiatan Sanimas ini memang diperuntukkan bagi masyarakat. Kuota yang tersedia sekitar 150 penerima manfaat dengan lokasi di Desa Pungguk Pedaro, Karang Dapo Bawah, dan Sukasari. Anggarannya murni dari APBN dan pelaksanaannya langsung dari Balai Cipta Karya,” jelasnya.
Lebih jauh, Ivan menegaskan bahwa manfaat program ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik semata. Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Masalah sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan. Kondisi lingkungan yang kurang sehat kerap menjadi salah satu faktor pemicu munculnya berbagai penyakit berbasis lingkungan, termasuk yang berdampak terhadap tumbuh kembang anak.
“Tujuan utamanya bukan hanya membangun MCK, tetapi memastikan masyarakat memiliki akses sanitasi yang layak. Dengan begitu kualitas kesehatan masyarakat bisa meningkat dan risiko penyakit akibat sanitasi buruk dapat ditekan,” tegasnya.
Atas terealisasinya program tersebut, Ivan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Balai Cipta Karya, serta seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan kebutuhan masyarakat Lebong.
Ia berharap proses pembangunan nantinya berjalan lancar dan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima manfaat.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, sekaligus menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini besaran anggaran pembangunan untuk setiap paket MCK belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari pihak Balai Cipta Karya.
Dengan masuknya program pembangunan 150 unit MCK ini, Lebong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Di sisi lain, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses sanitasi layak, menekan angka stunting, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. [trf]




