Daerah

Dari Media Sosial ke Ruang Terapi, Wali Kota Lubuk Linggau Datangi Pengobatan Totok Syaraf Firdaus di Lebong

Bengkulusatu.com, Lebong – Nama Firdaus mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Lebong. Dalam beberapa bulan terakhir, pengobatan totok syaraf yang ia jalankan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Lebong Tengah, semakin sering muncul di media sosial dan menjadi perbincangan banyak orang.

Jumat malam (12/6/2026), tempat terapi miliknya kembali ramai. Namun kali ini ada tamu istimewa yang turut datang. Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat atau yang lebih dikenal dengan sapaan Yuki Karim, terlihat hadir dan mencoba langsung layanan terapi yang selama ini banyak dibicarakan masyarakat.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Lubuk Linggau tersebut bukan tanpa alasan. Selain memenuhi undangan mengikuti kegiatan Trail Jelajah Alam Kabupaten Lebong yang digelar keesokan harinya, Yuki Karim mengaku sengaja menyempatkan diri berkunjung setelah mengetahui keberadaan terapi tersebut melalui media sosial.

Di sela kunjungannya, Yuki menceritakan bahwa dirinya pertama kali mengenal Firdaus dari unggahan yang kerap muncul di beranda Facebook miliknya.

“Setiap buka Facebook, saya sering melihat aktivitas beliau. Banyak testimoni masyarakat yang mengaku terbantu setelah menjalani pengobatan di sini. Karena berobat itu bagian dari ikhtiar, saya juga ingin mencoba langsung,” ujar Yuki saat diwawancarai.

Menurutnya, media sosial kini menjadi sarana yang cukup efektif memperkenalkan berbagai potensi daerah, termasuk layanan kesehatan alternatif yang berkembang di tengah masyarakat.

Yuki menjelaskan, kunjungannya bukan sekadar silaturahmi. Ia mengaku memang memiliki keluhan pada bagian belikat kiri yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Saya sendiri yang ada keluhan. Ada masalah di bagian belikat kiri. Jadi sekalian mencoba berikhtiar, siapa tahu cocok dan ada manfaatnya,” katanya.

Meski begitu, saat wawancara berlangsung, proses terapi belum dilakukan sepenuhnya.

Dengan gaya santai, Yuki bahkan sempat berkelakar bahwa dirinya baru menjalani “treatment awal” berupa suguhan kopi khas Lebong yang disiapkan tuan rumah.

“Belum diterapi. Baru treatment kopi Lebong dulu,” ujarnya sambil tertawa.

Tim Terapi Lebong bersama Walikota Lubuk Linggau

Di balik ramainya pengunjung yang datang, Firdaus ternyata bukan sosok baru di dunia pengobatan alternatif.

Pria asal Lebong itu telah menekuni terapi totok syaraf sejak tahun 2000. Sebelum kembali ke kampung halamannya, ia sempat membuka praktik di Provinsi Jambi.

Perjalanan panjang tersebut perlahan membentuk kepercayaan masyarakat. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pengobatan yang dijalankannya mulai dikenal luas melalui media sosial yang dikelola bersama sang istri.

Menurut Yuki Karim, konsistensi Firdaus dalam membantu masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang tertarik datang, bahkan dari luar daerah.

“Beliau sudah lama mengabdikan diri di bidang ini. Ditambah lagi sekarang dibantu promosi melalui media sosial, sehingga masyarakat semakin mengenal keberadaan pengobatan ini,” katanya.

Popularitas terapi totok syaraf Firdaus juga terlihat dari semakin banyaknya tokoh yang datang berkunjung.

Sebelum Wali Kota Lubuk Linggau hadir, sejumlah pejabat daerah disebut sudah lebih dulu mendatangi lokasi terapi tersebut, termasuk Wakil Bupati Lebong.

Meski demikian, Firdaus mengaku tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa, melayani masyarakat yang datang untuk berobat tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial pasien.

Di akhir kunjungannya, Yuki Karim menyampaikan pesan sederhana kepada Firdaus. Ia berharap pengobatan yang dijalankan selama ini tetap konsisten pada tujuan awal, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan saya, beliau tetap istiqamah dan konsisten membantu orang-orang yang sedang berikhtiar mencari kesembuhan. Karena pada akhirnya yang dicari masyarakat adalah harapan dan usaha untuk sehat kembali,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut menjadi warna tersendiri di tengah agenda Trail Jelajah Alam Kabupaten Lebong yang berlangsung akhir pekan ini.

Di luar aktivitas pemerintahan dan kegiatan olahraga, kehadiran Yuki Karim di Desa Karang Anyar sekaligus menunjukkan bahwa pengobatan alternatif lokal yang tumbuh dari masyarakat ternyata mampu menarik perhatian hingga lintas daerah.

Dan bagi Firdaus, kedatangan tamu dari berbagai wilayah mungkin menjadi satu pertanda bahwa apa yang ia tekuni selama lebih dari dua dekade kini mulai dikenal lebih luas. Namun di balik semua itu, satu hal yang tetap menjadi tujuan utama adalah membantu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih sehat melalui ikhtiar yang mereka yakini. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button