Kian Dipercaya Masyarakat, Terapi Lebong Rahmat Firdaus Kini Jadi Tumpuan Harapan Ratusan Pasien Setiap Hari

Bengkulusatu.com, Lebong – Kepercayaan masyarakat adalah mata uang yang paling berharga dalam dunia pengobatan. Di sebuah teras rumah yang pembangunannya belum benar-benar rampung di Desa Karang Anyar, Kecamatan Lebong Tengah, kepercayaan itu mewujud dalam antrean panjang yang tak putus setiap harinya.
Rumah itu kini bukan sekadar bangunan bata dan semen. Sejak pukul sembilan pagi, suasana di sana sudah sibuk. Ada yang datang bertopang tongkat, ada ibu-ibu yang harus digendong suaminya, hingga wajah-wajah lesu yang menyimpan satu harapan besar: kesembuhan. Mereka datang menemui Rahmat Firdaus, sosok di balik “Terapi Lebong” yang kini sedang viral.
Dahulu, pasien yang datang mungkin hanya hitungan jari atau mentok di angka puluhan. Namun sekarang, kondisinya jauh berbeda. Ledakan jumlah pasien kian tak terbendung, kini mencapai rata-rata 100 orang per hari.

Apa yang membuat orang rela mengantre berjam-jam? Jawabannya ada pada metode Totok Syaraf yang diterapkan Rahmat. Bukan sihir, bukan pula bantuan alat listrik. Tim jurnalis melihat sendiri bagaimana sentuhan satu ujung jari Rahmat mampu membuat tubuh pasien bereaksi hebat, seolah dialiri arus listrik yang merambat ke titik-titik syaraf yang tersumbat.
“Banyak yang bilang seperti disetrum. Tapi saya tegaskan, ini murni stimulasi syaraf. Ilmu ini saya dalami sejak tahun 2000. Reaksi tubuh itu muncul karena syaraf yang tadinya ‘tidur’ kita rangsang kembali untuk bekerja,” ujar Rahmat Firdaus dengan nada rendah hati di sela waktu istirahatnya, Jumat.
Rahmat, yang juga dikenal sebagai aktivis dan tokoh masyarakat di Lebong, mengaku sempat kaget dengan membludaknya pasien yang kini merambah hingga ke luar daerah seperti Rejang Lebong, Bengkulu Utara, hingga Kota Bengkulu.
“Saya hanya perantara. Testimoni dari mulut ke mulut dan video pasien yang tadinya lumpuh bisa berdiri lagi, itulah yang membawa mereka ke sini,” imbuhnya.

Bagi Rahmat, melayani ratusan orang bukan sekadar rutinitas profesional, melainkan panggilan nurani. Ia bercerita dengan mata berkaca-kaca tentang seorang remaja yang bisu sejak lahir, namun setelah diterapi mulai mampu mengeluarkan suara. Atau kisah pasien lumpuh total yang pada kunjungan pertama sudah bisa menggerakkan kaki dan berdiri.
“Jujur, sering saya mengeluarkan air mata melihat kondisi mereka. Ada rasa sedih, tapi itulah yang menjadi penyemangat saya. Kita bergerak atas dasar kemanusiaan,” tuturnya tulus.
Satu hal yang membuat Rahmat Firdaus disegani adalah kejujurannya. Di tengah kepopulerannya, ia tetap membumi dan memberikan peringatan keras kepada setiap pasien agar tidak memiliki ekspektasi yang melampaui batas.
“Saya manusia biasa. Jangan jadikan saya seperti Tuhan. Saya tidak berani menjamin 100 persen sembuh karena respons tubuh setiap orang itu berbeda. Saya hanya berusaha maksimal, sisanya pasrahkan kepada Allah. Pesan saya, bawa niat baik, sabar, dan jangan tinggalkan pengobatan medis jika memang masih diperlukan,” pungkasnya tegas.

Mengingat jumlah pasien yang kian membludak, masyarakat disarankan untuk mendaftar terlebih dahulu demi kenyamanan bersama. Praktik Terapi Lebong ini buka setiap hari Sabtu sampai Kamis, mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB. Khusus hari Jumat, praktik diliburkan untuk memberikan waktu istirahat total bagi terapis.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi atau mendaftar, silakan hubungi nomor admin:
– 0851-4258-2614
– 0822-5625-6327
Alamat: Desa Karang Anyar, Kec. Lebong Tengah, Kab. Lebong, Bengkulu.
Di Desa Karang Anyar, Rahmat Firdaus membuktikan bahwa di balik kesederhanaan, ada kekuatan niat dan tangan dingin yang mampu mengembalikan senyum mereka yang hampir kehilangan harapan. [trf]




