DaerahHukum & Politik

Miris! Gara-gara SW, Remaja di Lebong Di-bully hingga Dilecehkan, Videonya Viral

Bengkulusatu.com, Lebong – Jagat maya Kabupaten Lebong mendadak gempar. Sejak Minggu (29/3/2026) sore, sebuah rekaman video berdurasi 11 menit menyebar cepat di grup-grup WhatsApp dan laman Facebook. Isinya menyesakkan dada: seorang remaja perempuan di bawah umur menjadi bulan-bulanan remaja lainnya. Bukan hanya dipukul dan ditendang, korban juga mengalami pelecehan verbal dan fisik yang direkam dengan sengaja oleh para pelaku.

Ironisnya, pemicu aksi brutal ini terbilang sepele, yakni masalah asmara atau “cinta monyet”. Pelaku diduga terbakar cemburu setelah melihat unggahan status WhatsApp (SW) korban yang berfoto bersama pacar pelaku, padahal pada foto tersebut kabarnya ada 5 orang.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku berinisial LR (16), warga Magelang Baru, mendatangi kediaman korban, ZR (15), di Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah. Saat itu, korban sedang sendirian di rumah karena orang tuanya tengah pergi.

Dalam video tersebut, tampak korban yang bertubuh lebih kecil hanya bisa jongkok ketakutan sambil memegang ponselnya. Bukannya berdialog, LR justru datang dengan caci maki. Emosi yang tak terkontrol membuat LR meremas wajah korban, menjambak rambutnya, hingga merebut paksa ponsel milik korban.

Kekerasan terus meningkat. Korban dipaksa berdiri, lalu dicekik dan didorong. Tak berhenti di situ, pipi korban ditampar dengan keras. “Ngomong kamu!” bentak pelaku dalam video tersebut sebelum melayangkan tendangan ke arah lutut dan pukulan ke bahu korban.

Yang membuat publik makin geram adalah adanya dugaan pelecehan seksual dalam aksi perundungan tersebut. Sambil tertawa-tawa bersama rekan-rekannya, pelaku melontarkan kata-kata tak senonoh dan mencoba menyentuh area sensitif korban.

Bahkan, dalam percakapan menggunakan bahasa Rejang, pelaku sempat bertanya kepada teman-temannya apakah mereka harus melakukan tindakan fisik lebih jauh terhadap alat vital korban. Bukannya melerai, rekan-rekan pelaku justru memprovokasi dan ikut menertawakan kondisi korban yang sudah tertekan hebat.

Tak butuh waktu lama bagi keluarga korban untuk bereaksi. Minggu malam, didampingi orang tuanya, ZR resmi melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polres Lebong.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasat Reskrim AKP Darmawel Saleh, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut sudah diterima. Pihaknya bergerak cepat memeriksa saksi-saksi dan terduga pelaku pada Senin (30/3/2026).

“Benar, laporannya sudah kami terima dan saksi-saksi sudah diperiksa. Karena ini melibatkan anak di bawah umur, kami akan tetap mengupayakan mekanisme diversi sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Darmawel singkat.

Sementara itu, kondisi psikologis ZR kini menjadi perhatian utama. Plt Kepala Dinas PMPPKB (DP3AP2KB) Lebong, Indra Gunawan, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memberikan pendampingan trauma healing.

“Korban mengalami tekanan mental yang berat. Kami pastikan ada pendampingan agar traumanya tidak berkepanjangan, sambil terus mengawal proses hukumnya,” tegas Indra. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button