Belajar dari Tetangga: Komisi III DPRD Lebong Bedah Strategi Kelola PAD dan Aset di Lubuk Linggau

Bengkulusatu.com, Lubuk Linggau – Tidak ada kata berhenti untuk belajar, terutama jika tujuannya adalah membawa perubahan positif bagi daerah. Semangat itulah yang dibawa oleh rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Lebong saat menyambangi Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan, dalam rangkaian studi banding yang berlangsung pada 20 hingga 24 Januari 2026.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Lubuk Linggau dipilih karena dinilai memiliki rekam jejak yang menarik dalam mengelola potensi daerah. Fokus utamanya jelas: mencari formula terbaik yang bisa diadaptasi untuk memajukan Kabupaten Lebong, terutama dalam hal kemandirian fiskal dan pengelolaan sumber daya.
Melalui sambungan seluler di sela-sela kegiatannya, Ketua Komisi III DPRD Lebong, Alpi Haryono, SE., menjelaskan bahwa pihaknya ingin membedah secara mendalam bagaimana pemerintah daerah di sana mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin melihat langsung bagaimana mereka mengelola aset dan menggenjot PAD. Ada banyak hal teknis yang mungkin selama ini belum kita maksimalkan di Lebong, dan itu yang ingin kami pelajari di sini,” ujar Alpi kepada media, kemarin.
Selain urusan dompet daerah (PAD) dan aset, Komisi III juga menaruh perhatian besar pada sektor riil yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Rombongan menyambangi Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Lubuk Linggau untuk berdiskusi mengenai pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.
Menurut Alpi, Lebong memiliki potensi alam yang mirip, sehingga studi komparatif ini menjadi sangat relevan. Tak hanya soal teknis di lapangan, koordinasi juga dilakukan di Sekretariat DPRD Kota Lubuk Linggau untuk bertukar informasi mengenai sistem administrasi dan tata kelola legislasi.
“Kita tidak hanya bicara soal teori, tapi praktik terbaik. Bagaimana pelayanan publik bisa meningkat melalui kebijakan yang tepat sasaran di sektor perikanan dan peternakan,” tambah politisi senior ini.
Langkah jemput bola ini diikuti secara aktif oleh jajaran anggota Komisi III lainnya, yakni Herdi Siswanto, Revi Doyosi, Erlan Fajar Jaya, dan Rabima Kamsi. Mereka masing-masing mendalami bidang sesuai fungsi pengawasan yang mereka emban, guna memastikan hasil studi banding ini nantinya benar-benar bisa diaplikasikan dalam rapat-rapat di tingkat daerah.

Bagi Komisi III, membangun jejaring antarlembaga adalah investasi jangka panjang. Dengan membuka wawasan terhadap isu-isu global dan praktik kerja yang lebih transparan di daerah lain, kapasitas anggota dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan anggaran diharapkan semakin tajam.
“Ujung dari semua ini adalah bagaimana kami bisa menjalankan tugas secara lebih akuntabel. Kami ingin membawa pulang pengetahuan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lebong, baik itu melalui pelayanan publik yang lebih baik maupun pembangunan yang lebih terarah,” pungkas Alpi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di Lebong untuk lebih inovatif, mengingat tantangan pembangunan ke depan yang semakin kompleks dan menuntut kemandirian daerah yang lebih kuat. [trf/Adv]




