DaerahHukum & Politik

Orang Dekat Bupati Lebong Diduga Terlibat Skandal Fee Proyek

Bengkulusatu.com – Isu miring menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Yang mana salah seorang ASN atau pejabatnya berinisial P diduga terjerat skandal fee proyek untuk pengadaan fisik tahun anggaran 2023, berupa jembatan dan irigasi.

P ini diketahui termasuk orang dekat Bupati Lebong, karena memangku jabatan penting yang kesehariannya selalu bersentuhan langsung dengan urusan dinas bupati.

Kabar tak sedap itu bermula dari F yang mengaku telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum P tersebut.

Diceritakan oleh F, sekitar bulan Februari lalu, dirinya pernah berkunjung ke ruang kerja P. Di sela-sela obrolan, P menawarkan proyek proyek jembatan dan irigasi dengan nilai masing-masing Rp 200 juta dan Rp 170 juta yang terdapat di Dinas PUPR-Hub Lebong.

Kepada F, P mengaku bisa mengkomunikasikan dengan pemangku kebijakan terkait proyek tersebut dengan catatan harus siap bayar fee di muka sebesar 10 persen. Singkat cerita, F pun percaya kepada P dan menyatakan siap membayar komitmen 10 persen seperti yang disampaikan oleh P padanya.

Sekitar tanggal 9 Maret, P menelpon F meminta uang sebesar Rp 20 juta untuk pembayaran fee proyek jembatan. Tanpa keraguan, F pun mentransfer uang sebesar Rp 20 juta yang diminta oleh P ke rekening pribadi milik P.

“Uangnya saya transfer tanggal 10 Maret. Katanya uang itu untuk dikasih ke Kabid Bina Marga,” tutur F.

Dia melanjutkan, tidak berselang lama, tepatnya pada tanggal 21 Maret, P kembali menghubungi F dan meminta uang untuk pembayaran fee proyek irigasi. Tanpa berpikir panjang F pun langsung mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi milik P, sehingga total uang yang diterima oleh P dari F sebesar Rp 35 juta.

“Kalau yang kedua ini saya transfernya 2 kali, pertama Rp 5 juta kemudian yang kedua Rp 10 juta karena waktu itu ATM saya limit, tapi tetap di hari yang sama,” imbuhnya.

Seiring berjalan waktu tibalah di bulan April, bulan yang dijanjikan oleh oknum P akan dimulainya pengerjaan proyek, tapi heran proyek yang dijanjikan itu pun tak kunjung ada. Diakui F, P selalu berusaha menenangkan F agar bersabar dan meyakini F bahwa proyek tersebut memang benar ada.

“Sampai sekarang pun proyek yang dijanjikan itu tidak ada, sementara uang saya pun tidak dikembalikan,” tandasnya.

Sementara itu, oknum P ketika dikonfirmasi via nomor whatsapp (WA) miliknya, Sabtu (11/11/2023) malam, alih-alih menjawab atau pun memberikan tanggapan, malah terkesan enggan membaca pesan tersebut, padahal pesan terkirim dengan simbol centang dua, dan terlihat akun WA sang pejabat tersebut sedang online (aktif). [Traaf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button