Bengkulusatu.com, Lebong – Sampai kapan warga harus bertaruh nyawa di jalan raya? Pertanyaan ini rasanya pantas dilemparkan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu. Selasa (31/3/2026) sore, ruas jalan lintas di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, kembali menunjukkan taringnya. Sebuah truk bermuatan beras terguling akibat kondisi jalan yang retak dan amblas parah.
Kejadiannya sekitar pukul 14.45 WIB. Truk kuning dengan nomor polisi BD 8040 HK itu sebenarnya melaju pelan dari arah Muara Aman menuju Rimbo Pengadang. Namun, saat melintasi titik jalan yang amblas, keseimbangan kendaraan hilang. Truk milik Rizky itu tak kuat menahan miringnya badan jalan, lalu tumbang.
Efeknya? Beras dalam karung berserakan di aspal. Jalur utama yang menghubungkan Lebong dengan Rejang Lebong pun lumpuh total hingga sore hari karena badan truk menutup hampir seluruh jalan.
Kalau mau jujur, kecelakaan ini sudah bisa diprediksi. Warga setempat sudah berkali-kali teriak soal kondisi jalan provinsi ini. Jalannya bukan cuma berlubang, tapi sudah amblas—seolah tanah di bawah aspal itu perlahan menghilang.
“Jalan ini memang sudah lama rusak, tapi makin parah beberapa bulan terakhir,” keluh Andi (35), warga Desa Talang Ratu yang menyaksikan kejadian tersebut.
Andi bercerita, warga di sana selalu merasa was-was setiap kali ada kendaraan besar melintas. “Hampir setiap hari kami takut. Sudah sering mobil susah lewat, nyangkut, dan sekarang puncaknya sampai terguling begini. Kalau tidak cepat diperbaiki, apa harus nunggu ada yang mati dulu?” cetusnya dengan nada kesal.
Yang bikin miris, urgensi perbaikan jalan ini sepertinya belum sampai ke telinga para pengambil kebijakan di tingkat provinsi. Padahal, ini adalah akses vital. Jalur urat nadi ekonomi masyarakat Lebong.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu belum memberikan pernyataan apapun. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada dinas terkait pun hanya dibaca tanpa ada jawaban berarti. Diamnya pihak berwenang di tengah kondisi jalan yang sudah “memakan” truk ini tentu menjadi catatan buruk bagi pelayanan publik di daerah.
Publik kini menunggu, apakah setelah insiden truk beras ini Pemprov akan mulai bergerak, atau tetap menunggu sampai ada korban jiwa jatuh di aspal Talang Ratu. [trf]
Redaksi: Kecelakaan ini adalah peringatan keras. Jalan raya adalah hak dasar publik yang dibayar lewat pajak. Membiarkannya rusak hingga membahayakan nyawa bukan sekadar masalah teknis anggaran, tapi masalah tanggung jawab moral pemimpin kepada rakyatnya.




