Pj Sekda Lebong Syarifudin Tuding Media Sebar Hoax Soal Pelantikan Pj Kades, Diminta Klarifikasi Malah ‘No Comment’
Bengkulusatu.com, Lebong – Suasana politik di Kabupaten Lebong mendadak panas. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong, Syarifudin, kini menjadi pusat perhatian publik setelah melontarkan tudingan serius terhadap media massa. Syarifudin menyebut adanya informasi keliru alias hoaks yang beredar terkait pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) yang digelar pada Selasa (3/3/2026) lalu.
Tudingan ini bermula saat hasil pelantikan ternyata sedikit berbeda dengan data nama-nama yang sudah beredar luas di tengah masyarakat sehari sebelumnya.
Pj Sekda Lebong menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah secara resmi menyebarkan data nama-nama Pj Kades tersebut sebelum pelantikan. Ia menduga ada “orang dalam” atau penyusup yang membocorkan dokumen tersebut hingga memicu kegaduhan.
“Ya itu makanya, berarti informannya salah. Yang kita lantik hari ini tidak sesuai dengan data yang beredar,” tegas Syarifudin saat dikonfirmasi usai pelantikan.
Ia bahkan memperingatkan rekan-rekan media untuk tidak sembarangan menyebarkan dokumen internal pemerintah yang belum final.
“Hati-hati menyebarkan informasi hoaks, kami saat ini sedang melakukan identifikasi. Apakah bocor di SRIKANDI atau di mana,” tambahnya dengan nada menyindir.
Syarifudin menilai, media seharusnya melakukan konfirmasi langsung kepada dirinya, bukan menyebarkan surat yang terkesan didapat dari sumber tidak resmi.
Namun, ada hal yang menarik dan terkesan kontradiktif.
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi ulang untuk meminta kejelasan terkait tudingan “hoax” tersebut pada Kamis sore (5/3/2026) pukul 17.48 WIB, jawaban Pj Sekda justru berubah.
Syarifudin yang sebelumnya sangat vokal menuding media, kini justru enggan memberikan penjelasan lebih lanjut saat dihubungi melalui sambungan telepon.
“Saya No Comment, nanti kita ketemu saja. Saya sedang ada acara,” ujar Syarifudin singkat.
Sikap “No Comment” sang Panglima ASN di Lebong ini pun memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Warga mulai berspekulasi, apakah benar informasi yang beredar itu hoaks, ataukah memang ada perubahan daftar nama di menit-menit terakhir menjelang pelantikan. Apalagi, dokumen yang beredar sebelumnya memiliki nomor surat resmi dan ditandatangani oleh pejabat berwenang.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Lebong untuk membuktikan di mana letak kesalahan informasi tersebut agar tidak menjadi bola liar di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, awak media serta publik masih menanti pertemuan resmi yang dijanjikan Syarifudin untuk mengakhiri polemik tudingan hoaks ini. [trf]




