DaerahPeristiwa

8 Orang Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG di SDN 18 Kepahiang, Sampel Makanan Diuji BPOM

Bengkulusatu.com, Kepahiang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang kembali menjadi sorotan. Sebanyak delapan orang yang terdiri dari tujuh siswa SDN 18 Kepahiang dan seorang penjaga sekolah harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG, Kamis (4/6/2026).

Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah-muntah hingga gatal-gatal beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang disantap para siswa dan penjaga sekolah itu terdiri dari olahan perkedel tahu, telur, serta buah-buahan. Seluruh makanan tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perumnas Kroya, Desa Taba Tebelet, Kecamatan Kepahiang.

Akibat kondisi yang dialami, para korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wisnu Irawan, S.Kep, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

“Sudah ditangani tim medis, sudah diinfus. Gejalanya mual, muntah, dan gatal-gatal,” kata Wisnu saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Dinas Kesehatan belum berani menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi para korban, namun hal itu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Untuk memastikan sumber masalah, petugas telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dan mengirimkannya ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna dilakukan pengujian lebih lanjut.

“Kepastian penyebabnya belum bisa dipastikan. Kita masih menunggu hasil pengujian laboratorium,” ujar Wisnu.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah pelaksanaan program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah gangguan kesehatan yang dialami para korban berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau dipicu faktor lain.

Hingga berita ditayangkan, seluruh korban masih dalam pemantauan tenaga medis. Belum ada laporan korban dengan kondisi kritis, namun Dinas Kesehatan memastikan proses investigasi dan pemantauan kesehatan terus dilakukan sambil menunggu hasil resmi dari BPOM. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button