Perombakan Organisasi di Mabes TNI: 6 Kodam Baru Diresmikan, Jabatan Wakil Panglima Hidup Lagi
Bengkulusatu.com, Jakarta – Sebuah perombakan struktur komando terbesar dalam beberapa tahun terakhir akan segera mengguncang tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Mabes TNI secara resmi mengumumkan akan mengaktifkan kembali jabatan strategis Wakil Panglima TNI dan meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru secara serentak. Langkah masif ini disebut sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pertahanan di seluruh penjuru nusantara.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, pada Jumat (8/8/2025), mengonfirmasi bahwa upacara validasi organisasi untuk meresmikan enam Kodam baru akan digelar di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada hari Minggu mendatang. Peresmian ini akan mengubah peta kekuatan militer darat secara signifikan.
Selain itu, TNI juga akan melakukan restrukturisasi besar di matra laut dengan meningkatkan status 14 Pangkalan TNI AL (Lanal) menjadi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral). Namun, sorotan utama tertuju pada pengaktifan kembali jabatan Wakil Panglima TNI, sebuah posisi bintang empat yang akan menjadi orang nomor dua terkuat di militer Indonesia setelah Panglima TNI.
Enam Kodam baru ini akan membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia, mengisi celah pertahanan dan memperpendek rantai komando di wilayah-wilayah strategis:
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai: Mengawal Riau dan Kepulauan Riau.
- Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol: Menjaga Sumatera Barat dan Jambi.
- Kodam XXI/Radin Inten: Membentengi Lampung dan Bengkulu.
- Kodam XXII/Tambun Bungai: Mengamankan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
- Kodam XXIII/Palaka Wira: Melindungi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
- Kodam XXIV/Mandala Trikora: Berdiri di garda terdepan di Merauke, Papua Selatan.
Menurut Mayjen Kristomei, langkah ini bukan sekadar penambahan jumlah, melainkan sebuah validasi organisasi yang didasarkan pada analisis mendalam terhadap ancaman dan tantangan pertahanan modern.
“Penambahan kodam ini adalah langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah-wilayah strategis dan perbatasan,” jelasnya, seperti dikutip dari detikcom.
Pembentukan Kodam baru ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons militer, memperkuat pembinaan teritorial, dan memberikan efek gentar (deterrence effect) terhadap potensi ancaman dari luar.
Meskipun peta kekuatan baru telah digambar, misteri besar masih menyelimuti siapa yang akan memimpin komando-komando baru ini. Hingga kini, Mabes TNI belum mengumumkan nama-nama jenderal yang akan ditunjuk sebagai Pangdam di enam wilayah tersebut, maupun siapa perwira tinggi yang akan dilantik menjadi Wakil Panglima TNI.
Bursa calon kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat militer, menandakan akan adanya gelombang mutasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi TNI dalam waktu dekat.
Perombakan besar-besaran ini menandai era baru dalam postur pertahanan Indonesia. Dengan enam benteng darat baru dan kembalinya posisi Wakil Panglima, TNI menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Kini, publik menanti dengan saksama, bukan hanya peresmiannya pada hari Minggu, tetapi juga pengumuman nama-nama perwira yang akan dipercaya memegang tongkat komando di era baru pertahanan nusantara ini. [**]




