Tabrakan Maut di Tikungan Tanjung Agung, Satu Tewas dan Tiga Orang Luka-luka

Bengkulusatu.com, Lebong – Ruas jalan di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei, kembali memakan korban jiwa. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Minggu malam (14/6/2026) sekitar pukul 21.10 WIB. Satu orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Peristiwa tragis itu melibatkan sepeda motor Yamaha Mio merah hitam bernomor polisi BD 5731 HE dan satu unit Honda CRF. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di salah satu tikungan jalan kawasan tersebut.
Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya SH MH, mewakili Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani SIK, mengatakan laporan kecelakaan baru diterima pihak kepolisian pada Senin (15/6/2026).
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio untuk kepentingan penyelidikan. Sedangkan motor CRF hingga saat ini belum diserahkan oleh pihak korban,” kata Hendra, Senin sore.
Empat orang tercatat menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Korban meninggal dunia diketahui bernama Andri Nopriansyah (22), warga Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara.
Sementara tiga korban lainnya yakni Andi Sanjaya (30), Sudirman (39), dan Yayan (45), yang merupakan warga Kelurahan Tanjung Agung. Ketiganya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Menurut Hendra, hasil pemeriksaan awal menunjukkan para korban mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuh seperti tangan, kaki, paha hingga kepala. Sedangkan korban meninggal dunia mengalami luka cukup serius akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Polisi juga mengungkapkan bahwa lokasi kejadian berada di ruas jalan yang menikung ke kiri jika dilihat dari arah Tanjung Agung menuju Muara Aman.
“Pada saat kejadian cuaca dalam kondisi cerah dan arus lalu lintas relatif sepi. Karena itu kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi,” jelasnya.
Belum adanya kronologi pasti membuat penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta pihak-pihak yang terlibat. Sejumlah kemungkinan, termasuk faktor kecepatan kendaraan maupun kondisi pengendara saat kejadian, masih dalam proses penyelidikan.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bahwa jalan yang terlihat lengang pada malam hari justru sering membuat pengendara lengah. Tikungan, jarak pandang terbatas, hingga kecepatan yang tidak terkendali kerap menjadi kombinasi berbahaya yang berujung petaka.
Karena itu, Satlantas Polres Lebong kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat berkendara, terutama pada malam hari.
“Hindari kebut-kebutan dan perilaku ugal-ugalan di jalan. Gunakan helm standar dan pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Lampu, rem, klakson, dan spion harus berfungsi dengan baik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Hendra.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pemuda tersebut. [red]




