Daerah

GEBRAKAN! Ambisi Rejang Lebong Jadi Lumbung Pangan Bengkulu, Program Cetak Sawah 1.074 Hektar Resmi Dimulai, Bupati: Tingkatkan Ekonomi Warga

Pemkab Rejang Lebong secara resmi meluncurkan program strategis ini di Desa Tanjung Gelang, menargetkan menjadi yang tercepat dalam realisasi dan mendapat porsi 60 persen dari total alokasi provinsi.

Bengkulusatu.com, Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong membuat gebrakan besar demi mewujudkan ambisi menjadi lumbung pangan di Provinsi Bengkulu.

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 1.074 hektar secara resmi diluncurkan pada Jumat (8/8/2025).

Peluncuran program strategis ini dipusatkan di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, menandai dimulainya era baru pertanian di wilayah tersebut.

Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, S.E, M.A.P, menjelaskan bahwa proyek raksasa ini akan berjalan secara bertahap.

“Untuk tahap awal ini ada 604 hektar lahan yang siap digarap dan 470 hektar lahan masih dalam proses. Mudah-mudahan kuota seluas 1.074 hektar untuk Cetak Sawah Rakyat ini bisa kita penuhi,” ujar Bupati usai acara.

Dengan alokasi lahan terluas se-Provinsi Bengkulu, Bupati Fikri sangat yakin Rejang Lebong akan memegang peranan vital dalam ketahanan pangan regional.

“Dengan kita terluas yang diberikan, kita yakin Rejang Lebong bisa menjadi lumbung pangan di Provinsi Bengkulu,” sampainya dengan optimistis.

Lebih dari sekadar target produksi, program ini diharapkan menjadi sumber mata pencaharian baru yang dapat mengangkat perekonomian warga lokal.

“Dengan adanya sumber pertanian ini, tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada disekitar lokasi Cetak Sawah Rakyat,” tutur Bupati.

Dukungan penuh juga datang dari tingkat provinsi.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, S.P., M.Si, membenarkan bahwa Rejang Lebong mendapat porsi terbesar.

Dari total 2.200 hektar alokasi CSR untuk Bengkulu, 60 persennya memang diperuntukkan bagi Kabupaten Rejang Lebong.

“Jadi kita harus bisa memaksimalkan alokasi lahan Cetak Sawah Rakyat yang diberikan ini,” ujarnya.

Rosmala juga menegaskan bahwa program ini menjadi solusi vital untuk mengatasi masalah alih fungsi lahan sawah yang terus terjadi dan menyempitkan area tanam.

“Pencetakan sawah baru ini penting dilakukan, karena lahan sawah di Rejang Lebong sempit seiring adanya alih fungsi lahan. Dengan adanya tambahan lahan baru ini, maka akan menambah luas tanam. Sehingga akan menambah produksi padi khususnya di Kabupaten Rejang Lebong,” singkatnya. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button