Sinyal Tegas Bupati Azhari: Pejabat Pro-Rakyat ‘Naik Kelas’, yang Bermasalah Siap-siap Dicopot!

Bengkulusatu.com, Lebong – Kursi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong mulai memanas. Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., telah mengirimkan sinyal tegas bahwa badai perombakan kabinet akan segera menerjang. Bukan sekadar rotasi biasa, evaluasi kali ini menjanjikan “karpet merah” promosi bagi aparatur berprestasi, namun sekaligus menjadi ultimatum pencopotan bagi siapa saja yang kinerjanya dinilai bermasalah dan tidak berpihak pada rakyat.
Isu perombakan besar-besaran ini mengemuka saat Bupati Azhari ditanya mengenai kekosongan jabatan Kepala Desa Selebar Jaya. Namun, alih-alih hanya membahas satu posisi, ia justru membuka tentang agenda evaluasi menyeluruh yang telah lama ia siapkan. Pengisian satu jabatan, tegasnya, hanyalah pemicu dari sebuah penataan birokrasi yang jauh lebih fundamental.
Secara mengejutkan, Bupati mengisyaratkan adanya lompatan karier yang signifikan bagi pejabat di level bawah yang menunjukkan kinerja cemerlang. Sebuah janji manis yang sontak menyita perhatian.
“Mungkin bukan hanya satu (yang diisi), bahkan ada yang naik kelas. Naik kelas ini mungkin ada dari Pjs (Pejabat Sementara) Kades, bisa menjadi camat,” ujar Bupati Azhari dengan nada penuh arti, Senin (21/07/2025).
Namun, di balik janji promosi, terselip ancaman yang tak main-main. Azhari menegaskan bahwa pedang evaluasi akan diayunkan tanpa pandang bulu. Pejabat dari level manapun yang terbukti tidak sejalan dengan visi kerakyatan dan pembangunan daerah harus bersiap angkat kaki dari jabatannya.
“Termasuk yang lainnya juga akan kami evaluasi. Kalau misalnya bermasalah, tidak pro-rakyat, tentu kami tidak segan-segan akan mencopot mereka dan menggantikannya,” tegasnya, mengirimkan pesan gamblang bahwa era zona nyaman telah berakhir.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa proses ini bukanlah langkah gegabah. Beberapa nama yang diproyeksikan untuk promosi bahkan telah dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini mengindikasikan bahwa perombakan akan dilakukan secara serentak dan terstruktur.
“Yang ini (jabatan kosong) nanti saya masih mencari siapa yang cocok. Selain itu, juga masih menunggu dari BKN. Sudah ada yang kita promosikan. Biar sekaligus, kalau misalnya yang ini (diumumkan), nanti yang lain juga menyusul,” jelas Azhari.
Pernyataan Bupati Azhari ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah hitung mundur menuju perombakan birokrasi terbesar di Lebong. Kini, seluruh aparatur dari desa hingga kabupaten berada dalam sorotan. Siapa yang akan mendapat promosi, dan siapa yang harus rela kehilangan posisi? Publik kini menanti gebrakan sang Bupati untuk mewujudkan sebuah mesin birokrasi yang benar-benar melayani dan membangun. [Trf]