DaerahHukum & Politik

Pelaku Tabrak Lari Maut di Lebong yang Tewaskan IRT Akhirnya Menyerah, Ditemani Keluarga ke Kantor Polisi

Bengkulusatu.com, Lebong – Misteri di balik kecelakaan maut tabrak lari yang menewaskan seorang perempuan di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menghilang bak ditelan bumi, Rangga Andika (24), pemuda asal Desa Daneu, Kecamatan Lebong Atas, secara mengejutkan menyerahkan diri ke Satlantas Polres Lebong pada Minggu (31/8/2025) pagi.

Rangga, yang menjadi sorotan utama dalam insiden tragis ini, datang ke Mapolres Lebong sekitar pukul 10.00 WIB. Ia tak sendiri, melainkan didampingi oleh pihak keluarganya, sebuah pemandangan yang menambah dimensi human interest dalam kasus ini.

“Terduga pelaku sempat kita cari karena melarikan diri. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, ia menyerahkan diri diantar keluarganya,” ungkap Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya, S.H., M.H, kepada awak media, Minggu (31/8/2025).

Kecelakaan nahas ini sendiri terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam, sekitar pukul 23.40 WIB. Sebuah malam yang berubah mencekam bagi warga Lebong. Peristiwa maut ini melibatkan tiga kendaraan sekaligus, yaitu mobil Agya silver BD 1811 KD, sepeda motor ojek gandeng Honda Verza merah BD 5486 HD, serta motor Yamaha Vixion hitam BD 2409 HI.

Mobil Agya yang dikemudikan Rangga diduga menjadi pemicu awal tabrakan beruntun ini. Mobil tersebut menabrak ojek gandeng yang dikendarai Imam Mahdi (48), warga Desa Pyang Mbik, Kecamatan Amen.

Benturan yang terjadi begitu keras, membuat motor ojek gandeng terpental hingga lima meter. Para penumpang pun terhempas ke aspal jalanan, memicu kepanikan dan jeritan.

Tragisnya, salah satu penumpang ojek gandeng, Sumaryani (43), seorang ibu rumah tangga, meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia mengalami luka parah di kepala dan patah kaki yang tak mampu diselamatkan.

Tak hanya Sumaryani, tiga penumpang lainnya, termasuk dua anak berusia 12 dan 11 tahun, serta seorang anak laki-laki sekitar tujuh tahun, juga mengalami luka-luka serius. Mereka kini masih berjuang pulih dari trauma dan luka fisik yang mendalam.

Penderitaan belum berhenti sampai di situ. Dalam kegelapan dan kekacauan pasca-tabrakan pertama, motor Yamaha Vixion yang dikemudikan Fahri (16) melaju dari arah yang sama dengan kecepatan tinggi. Tanpa sempat mengerem, motor tersebut menabrak tubuh korban yang sudah tergeletak di jalan, hingga terpental dua meter. Sebuah momen yang menambah pilu tragedi tersebut.

Pengakuan Pelaku: Gelap dan Tak Ada Lampu Penerangan Jadi Dalih

Di hadapan penyidik, Rangga mengakui perbuatannya. Ia mengaku baru saja pulang dari sebuah acara resepsi. Menurut pengakuannya, ia tidak melihat ada kendaraan di depannya. Rangga berdalih kondisi motor ojek gandeng yang dikemudikan Imam Mahdi saat itu tidak memiliki lampu penerangan.

“Terduga pelaku sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Iptu Hendra Wijaya.

Kini, Rangga Andika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Kasus ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara dan dampak mengerikan dari kelalaian di jalan raya. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button