
Bengkulusatu.com, Lebong – Di setiap helaan napas ibu yang bertaruh nyawa dan tangisan pertama bayi yang memecah kesunyian, ada sosok tangguh yang berdiri sebagai garda terdepan kemanusiaan. Mereka adalah bidan, “pahlawan putih” yang menjadi penjaga gerbang kehidupan. Semangat inilah yang diusung Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam momentum peringatan International Day of the Midwife (IDM) atau Hari Bidan Internasional.
Peringatan global yang diinisiasi oleh International Confederation of Midwives (ICM) sejak 1992 ini bukan sekadar seremoni kalender. Bagi Kabupaten Lebong, ini adalah panggung pembuktian atas dedikasi luar biasa para bidannya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).
Keberhasilan Kabupaten Lebong dalam menampilkan peran bidan tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi membuahkan hasil manis di level nasional. Di bawah kepemimpinan yang progresif, Kabupaten Lebong resmi meraih piagam penghargaan bergengsi dengan Nomor: 1426/TU.01.E3/2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI.
Penghargaan tersebut menobatkan Kabupaten Lebong sebagai Terbaik III Kabupaten/Kota dengan Pelayanan KB Terbaik Kategori Kecil. Capaian ini menjadi bukti otentik bahwa keterbatasan geografis dan jumlah penduduk bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan kesehatan kelas wahid.

Plt. Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SPi., M.Si., menegaskan bahwa peran bidan telah melampaui tugas medis konvensional. Merujuk pada tema internasional “Midwives: Critical in Every Crisis”, para bidan di Lebong teruji tetap tegak berdiri memberikan pelayanan di masa-masa sulit.
“Bidan adalah pilar utama program Bangga Kencana. Mereka bukan hanya membantu persalinan yang aman, tetapi juga menjadi ujung tombak layanan kontrasepsi, imunisasi, hingga kesehatan perempuan di pelosok desa. Penghargaan dari BKKBN ini adalah kado untuk kerja keras mereka,” ujar Indra Gunawan, Selasa (27/1/2026).
Prestasi yang diraih pada tahun 2025 lalu bukan datang secara instan. Indra menjelaskan, penilaian penghargaan melibatkan rangkaian proses yang sangat ketat dan partisipatif. Selama 2,5 bulan, publik diajak mengirimkan kisah-kisah inspiratif dan bukti dedikasi bidan di lapangan melalui sistem daring.
Fokus penilaian mencakup keunggulan profesional, kontribusi nyata terhadap kesehatan ibu dan anak, serta kemampuan bidan dalam menavigasi situasi krisis. Hal ini memastikan bahwa bidan yang terpilih benar-benar merupakan figur teladan bagi masyarakat.
Keberhasilan menyabet posisi tiga besar nasional dalam pelayanan KB adalah buah dari sinergi tanpa sekat. Indra Gunawan menyebutkan bahwa Dinas P3AP2KB secara konsisten merangkul para Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) dan bidan sebagai satu kesatuan tim lapangan yang solid.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja sama yang luar biasa antara pemerintah daerah dengan para penyuluh KB dan bidan di lapangan. Kami bergerak bersama untuk mencapai target kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Lebong,” tambah Indra.
Melalui kegiatan seperti Virtual International Day of the Midwife (VIDM), bidan-bidan di Lebong kini terhubung dengan jaringan global, berbagi ilmu, dan menyerap standar pelayanan internasional. Langkah ini memastikan bahwa layanan kesehatan di Bumi Swarang Patang Stumang terus berevolusi menuju arah yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas P3AP2KB berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas para bidan. Bagi Lebong, bidan adalah aset berharga bangsa. Karena pada akhirnya, masa depan daerah ini dimulai dari tangan-tangan lembut para bidan yang memastikan setiap nyawa lahir dengan selamat dan tumbuh dengan sehat. [trf]




