
Bengkulusatu.com, Lebong – Sabtu siang (24/1/2026) yang terik di Kabupaten Lebong mendadak berubah menjadi mencekam. Satu unit sepeda motor ojek gandeng kendaraan yang menjadi simbol kegigihan warga lokal dalam mengais rezeki ludes dilalap si jago merah tepat di ruas jalan dekat Rumah Adat Desa Kampung Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.45 WIB ini sontak memicu kepanikan warga di tengah suhu udara yang sedang menyengat. Beruntung, meski kendaraan hangus tak bersisa, tidak ada korban jiwa dalam insiden dramatis tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sepeda motor tersebut adalah milik Pei, seorang warga Kampung Muara Aman yang sehari-harinya menggantungkan hidup sebagai penarik ojek gandeng. Belum sempat menurunkan muatan atau mengantar penumpang berikutnya, kendaraannya justru terbakar di tengah jalan.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam pekat langsung berhamburan. Dengan peralatan seadanya mulai dari ember hingga gayung mereka bahu-membahu menjinakkan api agar tidak merembet ke rumah adat atau bangunan di sekitarnya. Upaya heroik warga membuahkan hasil; api berhasil dipadamkan sebelum tim pemadam kebakaran tiba, namun sayangnya, kondisi motor Pei sudah tak lagi berbentuk.
Insiden ini sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Seorang rekan seprofesi korban yang tengah mangkal di depan Puskesmas Muara Aman menuturkan detik-detik sebelum api berkobar.
“Tadi memang sempat macet, Pak. Motor itu lewat di depan kami mengarah ke Kampung Muara Aman. Tidak lama kemudian, tahu-tahu ada teriakan warga, ternyata motornya terbakar di dekat rumah adat,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Meski penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan, dugaan kuat mengarah pada masalah teknis kendaraan. “Kalau penyebab pastinya saya tidak tahu, tapi biasanya korsleting kabel pengapian. Bisa jadi ada percikan api yang menyambar bensin di tangki,” tambahnya.
Bagi Pei, kehilangan motor ojek gandeng bukan sekadar kehilangan alat transportasi, melainkan lumpuhnya “dapur” keluarga untuk sementara waktu. Jenis motor gandeng merupakan modifikasi khusus yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk merakitnya kembali guna keperluan angkutan barang maupun orang.
Kini, puing-puing kendaraan tersebut menjadi pengingat pahit bagi para pengendara untuk selalu mengecek kondisi kelistrikan kendaraan, terutama saat suhu udara ekstrem. Pihak kepolisian setempat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran kendaraan yang kerap dipicu oleh modifikasi kabel yang tidak standar. [trf]




