Wabup Lebong ‘Warning’ OPD: Urusan Stunting Jangan Kerja Sendiri-Sendiri
Bengkulusatu.com, Lebong – Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, nampaknya mulai gerah dengan pola kerja birokrasi yang masih tersekat-sekat dalam menangani masalah stunting. Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS), ia memberikan penekanan keras: urusan gizi buruk dan tumbuh kembang anak bukan cuma tugas orang kesehatan.
Hal itu ditegaskan Bambang saat mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah se-Kabupaten Lebong, Selasa (17/3/2026). Ia ingin memastikan semua lini pemerintahan punya frekuensi yang sama.
“Stunting ini tidak bisa diselesaikan secara instan. Tidak ada sulap di sini. Penanganannya harus dari hulu, mulai dari gizi ibu hamil sampai pola hidup sehat di rumah tangga,” tegas Bambang di hadapan jajarannya.
Bagi Bambang, data di atas kertas seringkali berbeda dengan realita di pemukiman warga. Itulah sebabnya, ia berencana melakukan inspeksi mendadak dan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat. Ia ingin melihat sejauh mana intervensi pemerintah benar-benar sampai ke mulut balita dan ibu hamil, bukan sekadar habis di anggaran rapat.
“Dalam waktu dekat saya akan turun langsung. Saya mau lihat kondisi sebenarnya, sekaligus cari solusi cepat di lokasi. Kita tidak bisa cuma duduk di belakang meja sementara angka stunting kita butuh penanganan konkret,” ujarnya dengan nada lugas.
Sentilan Bambang ini bukan tanpa alasan. Ia menyoroti kecenderungan OPD yang sering bekerja secara parsial atau sendiri-sendiri. Padahal, menurutnya, dinas yang mengurusi sanitasi, air bersih, hingga ketahanan pangan punya peran yang sama vitalnya dengan Dinas Kesehatan dalam memutus rantai stunting.
Jika sanitasi buruk dan air bersih tidak tersedia, intervensi gizi sebanyak apa pun akan sia-sia karena anak tetap rentan terkena penyakit infeksi. Inilah yang ia sebut sebagai strategi satu tujuan.
“Makanya hari ini semua dikumpulkan. Kita harus satu strategi. Jangan sampai programnya jalan masing-masing tapi tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambah Bambang.
Di akhir arahannya, ia menitipkan pesan kuat kepada perangkat desa, kader posyandu, dan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak di akar rumput. Baginya, edukasi gizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Lebong.
Bambang menutup pertemuan dengan optimisme, namun tetap dengan nada menuntut tanggung jawab profesional dari anak buahnya. Ia ingin Lebong bukan hanya turun angka stuntingnya, tapi benar-benar melahirkan generasi yang lebih sehat dan tangguh. [trf]




