Daerah

Gerbong ‘Plt’ Masih Mendominasi, Bupati Lebong Rombak Pucuk Pimpinan Disperkan Hingga RSUD

Bengkulusatu.com, Lebong – Mengawali pekan pertama tahun 2026, Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH., kembali melakukan manuver di tubuh birokrasi Bumi Swarang Patang Stumang. Mengingat masih banyaknya kekosongan jabatan definitif di eselon II dan III, orang nomor satu di Lebong ini resmi mengocok ulang posisi Pelaksana Tugas (Plt) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) krusial, Senin (5/1/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berputar di tengah bayang-bayang krisis pejabat definitif yang masih melanda Pemkab Lebong.

Sorotan utama tertuju pada posisi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) serta kursi Direktur RSUD Lebong. Jabatan Plt Kepala Disperkan kini dipercayakan kepada Silvia Evawani Alissa, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris di dinas tersebut. Ia menggantikan Hedi Parindo, yang memilih mundur untuk bertarung dalam lelang jabatan di Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Perubahan signifikan juga terjadi di sektor kesehatan. Pucuk pimpinan RSUD Lebong beralih dari dr. Eni Efriyani kepada dr. Meinoffiandi Leswin, pejabat yang diketahui baru saja berpindah tugas dari Pemprov Bengkulu. Pergantian ini diharapkan mampu membawa penyegaran pada manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebong, Reko Haryanto, mengonfirmasi bahwa selain penunjukan wajah baru, Bupati juga menandatangani SK perpanjangan bagi belasan pejabat Plt lainnya.

Hingga saat ini, daftar OPD yang masih “setia” dipimpin oleh pejabat sementara cukup panjang, meliputi: Diskominfo, Disperindagkop UKM, Kesbangpol, BKD, Sekretaris DPRD, Dinas Sosial, Bappeda, BKPSDM, DP3APPKB, DPUPR-Hub, hingga sejumlah Kabag di Sekretariat Daerah dan beberapa Camat.

“Iya, Pak Bupati sudah menandatangani SK penunjukan Plt baru untuk Disperkan dan RSUD, serta memperpanjang SK Plt di instansi lainnya yang hingga kini memang belum ada pejabat definitifnya,” ungkap Reko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin siang.

Rotasi di Garda Terdepan Kesehatan
Tak hanya di tingkat perangkat daerah, penyegaran juga menyentuh unit pelayanan kesehatan masyarakat. Sejumlah Kepala Puskesmas ikut bergeser, di antaranya:

  1. Repi Lidya ditunjuk memimpin Puskesmas Ketenong.
  2. dr. Ari Ariawan dipercaya mengomandoi Puskesmas Sukau Rajo.
  3. Martiana Sembiring, Am.d Kep. mengisi posisi Kepala Puskesmas Lemeupit.

Keputusan Bupati Azhari untuk terus memperpanjang status Plt adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, langkah ini menyelamatkan administrasi pemerintahan agar tidak vakum. Namun di sisi lain, kepemimpinan berstatus Plt seringkali memiliki keterbatasan kewenangan strategis jika dibandingkan pejabat definitif.

Fenomena “Plt berkelanjutan” di Kabupaten Lebong ini memunculkan desakan agar proses lelang jabatan atau pengisian posisi definitif segera diprioritaskan di tahun 2026. Hal ini penting agar para kepala OPD memiliki legitimasi yang kuat dan fokus jangka panjang dalam mengeksekusi visi-misi pembangunan daerah, tanpa harus dihantui masa berlaku SK per tiga bulan.

Publik kini menanti, kapan “pesta” lelang jabatan akan digelar untuk mengakhiri masa transisi birokrasi di Kabupaten Lebong. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button