Wagub Mian Sambangi Ratusan Korban Keracunan MBG, Baznas Dikerahkan Suplai Makanan Pemulihan Korban

Bengkulusatu.com, Lebong – Pemerintah Provinsi Bengkulu akhirnya turun tangan secara langsung menyikapi tragedi kemanusiaan keracunan massal di Lebong. Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian, yang tiba di episentrum bencana pada Kamis (28/8/2025), langsung mengambil langkah taktis, menyegel paksa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sumber petaka dan mengerahkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyuplai makanan pemulihan bagi ratusan korban.
Sehari setelah ratusan siswa tak berdaya dilarikan ke rumah sakit, kehadiran orang nomor dua di Provinsi Bengkulu ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan tinggal diam. Di tengah suasana duka dan kepanikan yang masih menyelimuti RSUD Lebong, Wagub Mian menegaskan sikap tegas pemerintah.
“Prioritas utama kita saat ini adalah kesembuhan anak-anak. Ini musibah serius,” ujar Mian di hadapan awak media.
“Oleh karena itu, untuk sementara waktu, operasional pengelola dapur MBG ini dihentikan total. Kita segel untuk kepentingan investigasi,” tambahnya.
Langkah pembekuan operasional ini, menurut Mian, adalah pintu pertama untuk membongkar akar masalah. Penyelidikan mendalam akan segera dilakukan untuk menjawab pertanyaan krusial yang menghantui publik: apakah tragedi ini murni kelalaian fatal atau ada unsur kesengajaan yang mengerikan di baliknya.
“Di mana letak kelemahannya, apakah ada unsur kelalaian atau bahkan kesengajaan, itu nanti akan menjadi ranah penuh aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG untuk mengungkapnya,” tegas Wagub.
Tak hanya fokus pada penegakan hukum, Wagub Mian menunjukkan kepeduliannya pada pemulihan para korban. Di tengah-tengah kunjungannya, ia terlihat mengambil ponselnya dan menelepon langsung pimpinan Baznas Provinsi Bengkulu. Sebuah instruksi darurat dan jelas ia sampaikan.
“Dari Baznas, kita harus tunjukkan perhatian nyata. Saya minta segera siapkan dan distribusikan makanan tambahan bagi para korban yang dirawat,” perintah Mian dalam percakapan telepon tersebut.
Bantuan dari Baznas ini, lanjutnya, akan menjadi suplai nutrisi pemulihan bagi para siswa selama beberapa hari ke depan, memastikan mereka mendapatkan asupan terbaik untuk memulihkan kondisi fisik pasca-keracunan.
“Untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi para korban akan ditanggulangi sepenuhnya oleh Baznas,” jelasnya.
Menyadari kemungkinan masih ada korban yang belum tertangani karena takut atau alasan lain, Mian memberikan jaminan dari pemerintah.
“Saya imbau anak-anakku semua, jika masih merasakan gejala, jangan ragu, jangan takut untuk datang ke rumah sakit. Kami, pemerintah, akan mendampingi kalian semua sampai sembuh,” serunya.
Ia juga memberikan arahan logis kepada pihak rumah sakit untuk mengatur alur pasien demi efektivitas penanganan.
“Bagi siswa yang kondisinya sudah stabil dan membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak dan bisa fokus pada pasien yang kondisinya lebih serius,” pungkasnya.
Kunjungan dan langkah-langkah tegas Wagub Mian ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga secercah harapan dan kepastian bagi masyarakat Lebong yang tengah terluka. Sementara para korban berjuang untuk pulih di bawah jaminan pemerintah, mata publik kini tertuju pada proses investigasi yang akan menentukan nasib para penanggung jawab di balik tragedi kemanusiaan yang mencoreng program andalan bangsa ini. [trf]