Hukum & Politik

Di Bengkulu, Anak Habisi Ibu Kandung dengan Batu Cobek dan Sajam

Baru tiga hari keluar dari rumah sakit jiwa, NA habisi nyawa ibunya dengan batu cobek dan pisau saat korban sedang salat Dzuhur.

Bengkulsatu.com, Bengkulu – Sebuah pengakuan dingin dan mengerikan memecah ketenangan Jalan Manggis, Kelurahan Panorama, pada Sabtu (2/7/2025) siang. Seorang perempuan muda berinisial NA (27) dengan tenang mendatangi rumah tetangganya dan berkata, “Saya sudah bunuh ibu saya.”

Pernyataan itu adalah pembuka dari sebuah tragedi horor keluarga yang sesungguhnya. Di dalam rumah, Yati (50), ibu kandung NA, ditemukan tewas bersimbah darah setelah dihabisi secara brutal oleh anaknya sendiri, yang baru tiga hari menghirup udara bebas dari rumah sakit jiwa.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut keterangan saksi, Yati sedang khusyuk menunaikan salat Dzuhur di dalam rumahnya. Dalam momen suci itulah, sang anak, NA, diduga menyerangnya dengan membabi buta.

“Korban dipukul menggunakan batu cobek saat sedang salat,” ungkap Yuli (45), tetangga korban yang pertama kali mengetahui detail kejadian. Setelah ibunya tersungkur tak berdaya di atas sajadah, NA kemudian mengambil pisau dapur dan menghujamkannya ke tubuh sang ibu.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban menderita setidaknya tiga luka tusukan fatal di bagian leher dan dada, menyebabkannya tewas seketika di lokasi kejadian.

Alih-alih melarikan diri, NA justru berjalan ke rumah tetangganya, Ice Purnamasari, dan membuat pengakuan yang membuat bulu kuduk berdiri.

“(NA) datang ke rumah dan menyampaikan jika dirinya sudah membunuh ibunya,” ungkap Ice, masih terguncang.

Kepada para tetangga, NA mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa kerasukan. “Kalau NA mengaku pada kami, dia kesurupan makanya dia bunuh ibunya.”

Pengakuan ini sejalan dengan latar belakang NA yang baru saja keluar dari Rumah Sakit Jiwa Bengkulu 2-3 hari sebelum kejadian. Fakta ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.

Tak lama setelah laporan warga, personel Reskrim Polsek Gading Cempaka langsung bergerak dan mengamankan NA tanpa perlawanan. Pelaku kini telah ditahan di Polresta Bengkulu untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku saat ini sudah diamankan di Polresta Bengkulu. Dan memang benar, informasi yang kami dapatkan, pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru beberapa hari keluar dari rumah sakit jiwa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Gading Cempaka, Iptu Putra Agung.

Kini, NA berada di balik jeruji besi, menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya. Namun, tragedi di Jalan Manggis ini meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih dalam dan menyakitkan. Ini bukan lagi sekadar kasus pembunuhan, melainkan potret kelam dari pergulatan sebuah keluarga dengan penyakit mental yang berakhir fatal.

Masyarakat dan aparat kini dihadapkan pada sebuah dilema: apakah ini murni kejahatan, atau puncak dari sebuah krisis kesehatan jiwa yang gagal ditangani? Sebuah pertanyaan yang tak akan pernah bisa mengembalikan nyawa Yati yang telah hilang. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button