Hukum & Politik

Tragedi di Balik Pintu Dapur: Pulang Kerja, Istri Temukan Suami Tewas Tergantung

Misteri menyelimuti kematian Ikshan (47) yang tak pernah mengeluh sakit. Keluarga telah mengikhlaskan dan menolak autopsi, mengunci rapat alasan di balik kepergiannya.

Bengkulusatu.com, Bengkulu Selatan – Suasana tenang di Jalan Padang Gunang, Kelurahan Gunung Mesir, Kecamatan Pasar Manna, pecah oleh kabar duka yang memilukan pada Rabu (30/7/2025) siang. Seorang pria bernama Ikshan (47), ditemukan tewas dalam kondisi tergantung oleh istrinya sendiri, tepat di dapur rumah mereka.

Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB ini meninggalkan sebuah misteri besar, sebab tak ada satu pun pertanda atau keluhan yang mengawali tindakan nekat korban untuk mengakhiri hidupnya.

Kisah pilu ini bermula saat istri korban pulang kerja sekitar pukul 11.00 WIB. Tak ada sambutan hangat dari sang suami yang seharusnya sudah berada di rumah. Curiga, ia melangkah ke bagian belakang rumah. Di sanalah ia dihadapkan pada pemandangan yang meremukkan hatinya: Ikshan, suaminya, sudah tak bernyawa dengan leher terjerat seutas tali.

Jerit histerisnya sontak mengundang para tetangga yang segera membantunya menurunkan jasad korban. Tak lama berselang, pihak kepolisian dari Polsek Kota Manna tiba di lokasi kejadian setelah dihubungi oleh sang istri.

Pagi harinya, tak ada yang aneh. Menurut keterangan sang istri kepada polisi, Ikshan bahkan sempat berpamitan sekitar pukul 04.30 WIB untuk pergi menyadap karet di kebun mereka, sebuah rutinitas yang biasa ia jalani. Ia pulang sekitar pukul 09.30 WIB, namun saat itu rumah dalam keadaan kosong karena istri sedang bekerja dan anak mereka di sekolah.

Apa yang terjadi dalam beberapa jam kesendiriannya itu kini menjadi tanda tanya besar.

TKP

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan, S.IK, MH, melalui Kapolsek Kota Manna Iptu Erik Fahreza, SH, membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian pun menemui jalan buntu untuk mengungkap motif di baliknya.

“Berdasarkan keterangan istri korban, selama ini korban tidak pernah mengeluhkan apapun, baik sakit maupun masalah lain. Jadi, kami belum tahu pasti apa penyebab korban sampai nekat,” ungkap Iptu Erik Fahreza.

Misteri ini tampaknya akan terkunci selamanya. Pihak keluarga, yang telah menerima kejadian ini sebagai musibah, secara tegas menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban.

Kini, jasad Ikshan telah disemayamkan di rumah duka, diiringi isak tangis keluarga yang tak akan menuntut pengusutan lebih lanjut. Mereka telah mengikhlaskan kepergiannya.

Namun, bagi para tetangga dan masyarakat sekitar, tragedi di balik pintu dapur itu menyisakan sebuah tanya yang menggantung: apa beban berat yang dipikul seorang diri oleh pria yang di mata orang terdekatnya tampak baik-baik saja? Sebuah pertanyaan yang mungkin tak akan pernah menemukan jawaban. [**]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button