Daerah

Dari Video Viral ke Senayan: Ketua DPD Janji ‘Gedor’ Kemendagri untuk Damkar Bengkulu

Hatinya tergugah oleh aksi tulus pahlawan kota, Sultan B. Najamudin janjikan beasiswa dan perjuangkan armada baru untuk mengganti 'rongsokan' yang menjadi taruhan nyawa.

Bengkulusatu.com, Bengkulu – Sebuah rekaman amatir berisi ketulusan dan kesigapan bisa mengguncang gedung parlemen. Kekuatan visual dari aksi heroik petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu yang viral di media sosial, ternyata cukup untuk “memanggil” orang nomor satu di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, untuk turun langsung ke markas mereka.

Kunjungan bersejarah ini bukan sekadar seremoni. Ia melahirkan sebuah janji besar: Ketua DPD akan menjadi corong perjuangan mereka di tingkat pusat, menggedor pintu Kementerian Dalam Negeri demi armada baru yang layak untuk para pahlawan sejati ini.

Sultan mengaku hatinya tergugah setelah menyaksikan video yang memperlihatkan personel Damkar Bengkulu tak hanya berjibaku memadamkan api, tetapi juga dengan sigap menolong warga dari ancaman ular hingga melakukan evakuasi darurat lainnya. Aksi-aksi kecil yang menunjukkan dedikasi luar biasa.

“Di negara-negara maju, pemadam kebakaran adalah institusi yang paling dipercaya. Saya melihat marwah dan semangat itu hidup di Bengkulu,” ujar Sultan dengan nada tulus.

“Saya datang karena panggilan hati, untuk mengapresiasi pengabdian yang sering kali tak terlihat ini.”

Tak hanya kata-kata, apresiasi itu diwujudkan dalam aksi nyata. Sultan memberikan santunan pribadi kepada personel yang viral, dan yang lebih penting, menjanjikan program beasiswa penuh bagi anak-anak petugas Damkar Kota Bengkulu yang berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Namun, di balik seragam kebanggaan dan semangat baja itu, tersembunyi sebuah kenyataan pahit. Kepala Dinas Damkar Yuliansyah, mengungkapkan ironi yang mereka hadapi setiap hari. Sebanyak 219 personelnya harus bertaruh nyawa ganda: melawan amukan api sekaligus melawan kondisi armada mereka yang sudah rongsokan.

“Sebagian besar kendaraan kami sudah uzur dan sering mogok di tengah jalan. Ini bukan lagi soal efektivitas, tapi sudah menyangkut keselamatan petugas dan warga yang kami layani,” ungkap Yuliansyah.

Mendengar hal ini, Sultan B. Najamudin merespons dengan tegas. “Ini tidak bisa dibiarkan. Saya akan bawa persoalan ini sebagai prioritas ke Kemendagri. Mereka butuh alat tempur yang layak, bukan rongsokan yang membahayakan. Kita akan upayakan hibah unit baru untuk Bengkulu,” janjinya.

Kunjungan Ketua DPD ini menjadi embusan harapan baru. Ini adalah kali pertama seorang pejabat tinggi negara menjejakkan kaki di markas mereka, bukan untuk inspeksi, tetapi karena panggilan apresiasi.

Kini, janji dari Senayan itu menjadi taruhan: apakah sistem birokrasi di pusat mampu bergerak secepat para pahlawan di daerah yang telah menginspirasinya? Masyarakat Bengkulu dan 219 pahlawan senyapnya menanti bukti, bukan sekadar janji yang manis di telinga. [**]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button