Maut Di Air Kopras Lebong: Ibu Hamil Tewas Tergorok!

Bengkulusatu.com, Lebong – Jagat Kabupaten Lebong mendadak gempar. Sebuah pemandangan mengerikan merobek ketenangan warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, pada Kamis (5/2/2026) siang. Aulia, seorang ibu rumah tangga berusia 18 tahun yang tengah mengandung dan baru tiga bulan membina rumah tangga, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi leher tergorok di dalam kediamannya.
Kematian ini bukan sekadar tragedi; ini adalah luka besar bagi kemanusiaan. Seorang calon ibu, yang seharusnya menanti kelahiran buah hatinya, justru meregang nyawa secara keji di tempat yang seharusnya paling aman bagi dirinya.
Hal ini pertama kali diketahui ketika Zamzami, ayah kandung korban, masuk ke dalam rumah sekira pukul 11.00 WIB. Alangkah hancurnya hati sang ayah saat menemukan putri semata wayangnya itu sudah tak bernyawa dalam kubangan darah. Luka menganga di bagian leher menjadi saksi bisu betapa tragisnya detik-detik terakhir kehidupan Aulia.
Teriakan histeris Zamzami langsung memicu kepanikan massal. Warga yang berdatangan hanya bisa terpaku melihat kondisi korban yang sangat tidak wajar tersebut. Pasangan Zamzami dan Titin kini harus meratapi nasib anak tunggal mereka yang pergi dengan cara yang sangat brutal.
Di tengah duka yang masih basah, spekulasi mulai liar beredar di tengah masyarakat. Ada selentingan yang menyebut korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, logika publik meragukan hal tersebut: mungkinkah seorang pengantin muda yang tengah hamil memiliki keberanian untuk menggorok lehernya sendiri secara ekstrim?
Pihak kepolisian bergerak cepat untuk menghentikan asumsi yang berkembang. Tim Inafis Polres Lebong bersama Polsek Lebong Utara langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP secara intensif untuk mencari petunjuk, apakah ada “tangan dingin” lain yang terlibat dalam kejadian ini.
Kapolsek Lebong Utara, IPTU M. Mico, yang memimpin langsung di lokasi kejadian, menegaskan bahwa kepolisian belum berani menyimpulkan penyebab pasti kematian Aulia.
“Penyelidikan masih berjalan sangat intensif. Kami sudah mengamankan TKP dan mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi. Untuk memastikan apakah ini bunuh diri atau tindak pidana pembunuhan, kita harus menunggu hasil autopsi dari RSUD Lebong,” ujar IPTU Mico tegas.
Saat ini, jasad Aulia telah dievakuasi ke RSUD Lebong. Tim medis dan kepolisian kini tengah berpacu dengan waktu untuk mengungkap tabir gelap di balik luka tergorok tersebut. [trf]




