Bengkulusatu.com, Rejang Lebong – Drama hilangnya seorang pelajar asal Kabupaten Lebong di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba akhirnya berujung bahagia. Setelah 48 jam pencarian mencekam di tengah cuaca ekstrem gunung api aktif tersebut, Abim Briliant (16), pelajar SMKN 2 Lebong, berhasil ditemukan tim gabungan dalam kondisi selamat pada Senin pagi (19/1/2026).
Penemuan Abim menjadi mukjizat kecil bagi keluarga dan tim penyelamat. Pasalnya, remaja asal Desa Tangua ini sempat dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu (17/1) dan harus bertahan hidup dua malam sendirian di tengah belantara tanpa pengalaman pendakian sebelumnya.
Terpisah dari Rombongan di Jalur Pendakian
Kisah pilu ini bermula saat Abim bersama lima rekan sebayanya—Junio, Aurel, Keizha, Tantri, dan Laura—memutuskan untuk mendaki Bukit Kaba pada Sabtu lalu. Namun, niat menikmati keindahan kawah “Gunung Api Kembar” itu berubah menjadi petaka ketika Abim terpisah dari rombongannya di tengah jalur pendakian.
Laporan hilangnya Abim segera memicu operasi SAR besar-besaran. Jalur pendakian Bukit Kaba pun ditutup total untuk memberikan ruang bagi tim gabungan dari Basarnas, Polsek Selupu Rejang, serta relawan untuk melakukan penyisiran intensif.
Upaya tak kenal lelah tim gabungan membuahkan hasil pada Senin pagi. Abim ditemukan di salah satu titik jalur pendakian dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Saat ditemukan petugas, korban tampak sangat lemas, pucat, dan nyaris pingsan akibat kelelahan luar biasa serta kekurangan asupan makanan dan minuman selama dua hari tersesat.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Ibnu Sina Alfarobi, mengonfirmasi penemuan selamat tersebut. Ia menyebutkan bahwa faktor “pemula” diduga kuat menjadi penyebab korban kehilangan arah.
“Benar, korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini masih dalam proses evakuasi menuju lokasi aman untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan pendataan awal, korban ini memang baru pertama kali melakukan pendakian sehingga diduga kuat tersesat karena belum mengenal medan,” ungkap Iptu Ibnu Sina kepada awak media.
Meski ditemukan dalam kondisi lemah, peralatan yang dibawa Abim diduga menjadi kunci ia mampu bertahan di suhu dingin Bukit Kaba. Saat berangkat, ia diketahui membawa tas carrier, mantel plastik biru, hoodie, kompor portable, serta persediaan air mineral. Barang-barang ini diduga dimanfaatkan korban untuk melindungi diri dari hipotermia selama dua malam di hutan.
Kejadian ini kembali menjadi alarm keras bagi pengelola wisata dan para pendaki pemula. Pihak kepolisian menyatakan akan meminta keterangan lebih lanjut dari korban dan rekan-rekannya guna merinci kronologi pasti kejadian ini setelah kondisi kesehatan Abim stabil.
Penyelamatan Abim Briliant menutup operasi SAR di Bukit Kaba pekan ini, namun menyisakan pesan penting bagi para pecinta alam: bahwa gunung tidak hanya menawarkan keindahan, tapi juga risiko besar bagi mereka yang datang tanpa persiapan dan pengetahuan medan yang cukup. [trf]




