DaerahHukum & PolitikPeristiwa

Topeng “Firasat” Sang Suami Terbongkar: OYN Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Keji Istri Hamil di Lebong

Bengkulusatu.com, Lebong – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis Aulia (18), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, akhirnya tersingkap. Bukan karena intuisi gaib, melainkan berkat ketajaman penyelidikan kepolisian. OYN (24), pria yang seharusnya menjadi pelindung bagi Aulia dan janin di kandungannya, kini resmi mengenakan rompi tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Darmawel Saleh SH MH, mengonfirmasi status hukum OYN pada Sabtu (7/2/2026). Langkah tegas ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti-bukti kuat yang meruntuhkan skenario alibi yang dibangun pelaku.

“Iya, sudah ada tersangka. Tersangkanya adalah suami korban sendiri. Mulai hari ini, OYN resmi kita tahan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Darmawel dengan nada lugas kepada awak media.

Kasus ini menyita perhatian publik bukan hanya karena korbannya adalah seorang ibu muda yang tengah berbadan dua, melainkan karena tingkat kekejaman yang dilakukan pelaku. Aulia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan; bersimbah darah dengan luka robek fatal di bagian leher yang menganga lebar.

Tim Inafis Polres Lebong yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan sejumlah barang bukti krusial. Sebuah senjata tajam jenis pisau yang diduga kuat digunakan untuk menghabisi nyawa korban ditemukan bersama pakaian yang bercak darahnya menjadi saksi bisu peristiwa berdarah tersebut.

Sebelum kedoknya terbongkar, OYN sempat memainkan drama yang mengundang tanya. Ia mengaku sedang berada di Desa Lemeu saat kejadian berlangsung. Secara manipulatif, ia mengklaim mendapatkan “firasat buruk” atau intuisi tajam mengenai keselamatan istrinya, yang kemudian membuatnya menelepon sang mertua untuk mengecek rumah.

“Karena saya merasa tidak enak (firasat), saya menelepon mertua untuk melihat kondisi istri saya di rumah. Apalagi istri saya sedang hamil,” ujar OYN saat itu, mencoba meyakinkan dengan suara yang dibuat bergetar di lokasi kejadian.

Namun, penyidik mencium bau amis di balik klaim tersebut. Hubungan suami-istri yang baru seumur jagung (empat bulan) itu diketahui sedang retak. Keduanya dikabarkan telah pisah ranjang. Pertanyaan logis muncul: Mengapa seseorang yang sedang konflik dan tinggal berjauhan tiba-tiba memiliki “firasat” yang begitu presisi di jam kematian korban?

Penangkapan OYN memutus teka-teki komunikasi janggal yang sempat membingungkan pihak keluarga. Polisi kini tengah mendalami motif di balik aksi nekat pria berusia 24 tahun tersebut. Apakah ini pembunuhan berencana yang dipicu konflik rumah tangga, atau ada motif gelap lainnya yang lebih dalam?

Kini, Aulia telah pergi, membawa serta janin yang belum sempat melihat dunia. Sementara OYN harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum dari perbuatan biadabnya. Masyarakat Lebong menanti keadilan ditegakkan seadil-adilnya bagi korban yang hidupnya dirampas secara paksa oleh orang terdekatnya sendiri.

Penyidikan terus bergulir, dan polisi berjanji akan mengusut tuntas setiap jengkal misteri yang tersisa dalam kasus yang mengoyak rasa kemanusiaan ini. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button