Daerah

Di Tengah Badai Kritikan, RSUD Lebong Panen Pujian Berkat Penanganan Cepat Ratusan Siswa Keracunan MBG

Bengkulusatu.com, Lebong – Di tengah hiruk pikuk kritik tajam yang menghantam kinerja tenaga medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong berhasil membalikkan keadaan. Mereka menuai apresiasi dan pujian setinggi langit setelah menunjukkan kecepatan dan ketepatan luar biasa dalam menangani ratusan pelajar yang menjadi korban keracunan massal.

Insiden yang menimpa siswa TK, SD, dan SMP akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi ajang pembuktian dedikasi paramedis RSUD Lebong, yang sigap menghadapi lonjakan pasien secara serentak, membuktikan kesiapan mereka di garda terdepan kesehatan masyarakat.

Kejadian luar biasa (KLB) ini bermula ketika ratusan pelajar berdatangan ke RSUD Lebong dengan gejala keracunan pada Rabu (27/08/2025). Jumlah pasien yang membludak secara serentak menjadi tantangan serius, namun di luar dugaan, tim medis RSUD Lebong bergerak cepat dan terkoordinasi.

Mereka berhasil menstabilkan kondisi pasien satu per satu, menunjukkan profesionalisme yang patut diacungi jempol. Masyarakat, khususnya keluarga pasien, tak segan melayangkan apresiasi.

Respons positif ini bahkan datang langsung dari Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB S.Sos M.Si. Sepulang dari kegiatan TPPS Stunting tingkat Provinsi Bengkulu, Wabup Bambang tanpa menunda langsung bertolak ke RSUD Lebong. Kunjungan ini bukan hanya untuk memberikan dukungan moral kepada para tenaga medis yang berjaga, tetapi juga menyemangati keluarga korban keracunan makanan.

“Tentu ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah melalui jajaran, dalam hal ini kawan-kawan yang ada di Rumah Sakit Ujung Tanjung (RSUD Lebong),” ungkap Wabup Bambang saat diwawancarai di RSUD Lebong sekira pukul 23.30 WIB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan di Rumah Sakit yang pada hari ini telah memberikan respons cepat dalam hal penanganan kejadian ini,” tambahnya.

Wabup Bambang juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait, khususnya Kapolres dan Dandim melalui koordinasi Pabung TNI Lebong. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan penanganan KLB tersebut.

“Saya sempat menghubungi Pak Kapolres dan Pak Pabung. Alhamdulillah mereka merespons dengan cepat sehubungan dengan KLB ini,” bebernya.

“Kita berharap dalam waktu dua hari ini, persoalan ini bisa selesai. Kita harapkan anak-anak kita yang terkena musibah ini bisa secepatnya pulih,” lanjut Wabup.

Pemerintah daerah, lanjut Wabup, berupaya maksimal dalam menangani persoalan ini. Dugaan awal mengarah pada makanan yang disediakan oleh pihak penyedia dalam program MBG. Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan sudah dikirim ke BPOM.

“Kita tinggal menunggu hasilnya. Tentu nanti dari hasil Labor dapat disimpulkan apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari kejadian ini,” jelasnya.

Menariknya, meskipun Bupati Lebong H. Azhari SH MH sedang berada di Jakarta untuk urusan dinas, ia telah berkomunikasi langsung dengan Wabup Bambang untuk memastikan koordinasi penanganan permasalahan ini berjalan lancar. Bahkan, seluruh biaya pengobatan dan penanganan KLB ini ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Lebong.

“Beliau juga titip salam pada keluarga yang anak-anaknya terkena musibah, karena beliau pada hari ini belum sempat hadir di tengah-tengah kita,” pungkas Wabup Bambang.

Peristiwa keracunan massal ini, yang semula berpotensi menjadi bumerang bagi citra kesehatan Lebong, justru menjadi momen pembuktian soliditas dan dedikasi RSUD Lebong serta pemerintah daerah. Kecepatan respons dan jaminan penanganan penuh menunjukkan komitmen Pemkab Lebong terhadap kesehatan warganya, sekaligus mengikis kritik dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Insiden ini menegaskan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada ruang untuk menunjukkan kinerja terbaik. [trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button