DaerahNasional

Pusat Kekuatan Politik Baru Terbentuk, Bupati Azhari Resmi Kendalikan PAN Lebong

Bengkulusatu.com, Jakarta – Dinamika kekuasaan di Kabupaten Lebong kini memasuki babak baru yang menentukan. Bupati H. Azhari, SH., MH., secara definitif menyatukan dua pilar kekuatan—eksekutif dan partai—setelah resmi menerima mandat untuk mengendalikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Lebong periode 2024–2029.

Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah pembentukan sebuah pusat kekuatan politik baru yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) langsung oleh Sekjen DPP PAN, Eko Hendro Purnomo, di markas besar partai, Jakarta, pada Rabu (30/7/2025).

Penyerahan SK bernomor PAN/A/kpts/KU-SJ/059/VII/2025, yang diteken langsung oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan, lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah sebuah deklarasi politik dari DPP yang memberikan legitimasi mutlak kepada Azhari. Dengan mandat ini, ia tidak hanya memimpin pemerintahan, tetapi juga memegang kendali penuh atas salah satu mesin politik terbesar di Lebong.

Kekuatan ini semakin terkonsolidasi dengan kehadiran Pip Haryono sebagai Sekretaris DPD, yang juga menjabat Ketua Fraksi PAN di DPRD Lebong. Formasi ini menciptakan trisula kekuatan yang solid: kekuasaan eksekutif, kendali partai, dan pengaruh langsung di legislatif, semuanya berpusat pada kepemimpinan Azhari.

Sadar akan besarnya implikasi kekuasaan di tangannya, Azhari tidak menyisakan ruang untuk jeda. Perintah pertamanya sebagai ketua definitif adalah konsolidasi total. Baginya, mesin partai harus segera dipanaskan dan bergerak dalam satu komando yang solid.

“Alhamdulillah, SK sudah di tangan. Ini amanah yang harus dijalankan dengan gerak cepat,” tegas Azhari. “Saya bersama Sekretaris DPD, Pip Haryono, akan segera turun untuk memastikan seluruh kader dan struktur partai, dari DPD hingga ke ranting, berada dalam satu barisan.”

Dengan terpusatnya kekuatan eksekutif dan partai pada satu figur, peta politik Lebong telah berubah secara fundamental. Pertaruhan terbesar kini berada di pundak Azhari: mampukah ia mengorkestrasi kekuatan raksasa ini menjadi kemajuan nyata bagi Bumi Swarang Patang Stumang, atau justru ini menjadi awal dari babak baru dominasi politik yang absolut? Publik akan menjadi saksinya. [Trf]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button